Izinkan saya, Tory Damantoro, Ketua Umum MTI masa bakti 2022–2025, menyampaikan refleksi penutup atas perjalanan tiga tahun yang penuh makna ini.
Rasa syukur saya sampaikan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan bimbingan-Nya, kita dapat menuntaskan masa amanah ini dengan kebersamaan, keikhlasan, dan hasil nyata yang patut kita syukuri bersama. Tiga tahun terakhir bukan hanya tentang pelaksanaan program kerja organisasi, tetapi yang lebih bermakna bagi saya pribadi adalah tentang proses belajar bersama membangun sinergi, memperkuat kepercayaan, dan menjaga marwah organisasi di tengah dinamika yang terus berubah. Di balik setiap laporan dan kegiatan, tersimpan kisah kolektif tentang komitmen, keteguhan, dan adaptasi yang menjadikan MTI tetap relevan dan berdampak.
Keterbatasan yang Menguatkan
Mengelola organisasi dengan jangkauan dari Aceh hingga Papua bukanlah perkara sederhana. Di tengah keterbatasan sumber daya, seluruh pengurus dan anggota telah menunjukkan keteladanan dalam komitmen dan profesionalisme. Dimulai dengan penerbitan buletin Akses Nusantara yang diusahakan rutin terbit setiap bulan. Buletin ini menjadi wadah dan sarana komunikasi masukan, pendapat, berita kegiatan, dan opini dari sepuluh bidang kepengurusan pusat, sembilan forum kebijakan, Dewan Penasihat dan Majelis Profesi dan Etik, serta 23 wilayah. Media ini dipublikasikan melalui seluruh media sosial MTI sebagai respons MTI terhadap pola dan kanal publikasi masa kini.
Penerbitan laporan keuangan teraudit secara rutin menjadi wujud nyata dari transparansi dan akuntabilitas organisasi, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif. Mekanisme pembagian iuran antara pusat dan wilayah yang berjalan tertib menunjukkan semangat gotong royong yang telah menjadi fondasi kuat MTI sejak awal berdiri.
Penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional secara tatap muka setiap tahun, yang dihadiri secara mandiri oleh semua perwakilan dari seluruh wilayah dan fasilitas yang memadai, juga menjadi bukti nyata tingginya semangat berorganisasi pengurus wilayah serta pelaksanaan semangat inklusivitas dan penghormatan DPP pada para pengutis dan anggota. Di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya, MTI membuktikan bahwa kesetaraan dan kebersamaan tetap dapat dijaga dalam memperkuat organisasi.

Sinergi yang Melampaui Batas
Dalam tiga tahun terakhir, kemitraan MTI telah berkembang dari perluasan kerjasama berbasis nota kesepahaman menjadi bentuk sinergi strategis yang berdampak nyata. MTI aktif berkontribusi dalam penyusunan kebijakan di tingkat nasional seperti RPJMN, Renstra Kementerian, Raperpres Keselamatan Angkutan Barang, hingga sosialisasi National Transport Policy pada masa transisi pemerintahan.
MTI juga terlibat dalam pembahasan berbagai regulasi penting seperti RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, RUU SISITRANAS, RUU Logistik, serta inisiatif program nasional seperti Rencana Aksi Nasional Penanganan ODOL, dan Program Nasional Angkutan Umum Perkotaan (AUmP). Suara MTI tetap didengar dan diakui oleh berbagai lembaga strategis, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kantor Staf Presiden, DPR RI, BPK, hingga mitra internasional dan lembaga donor.
Di tingkat global, MTI berhasil memfasilitasi pameran sektor perkeretaapian Indonesia di forum internasional dan terpilih sebagai tuan rumah Konferensi ke-16 Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) yang sukses dihadiri 700 peserta dari 28 negara. Capaian ini menjadi bukti bahwa jejaring dan kredibilitas MTI telah menembus batas negara dan membuktikan MTI sebagai organisasi perekat berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi, baik dalam maupun luar negeri.

Regenerasi dan Penguatan Organisasi
Salah satu capaian yang menurut saya juga sangat berharga dari masa bakti ini adalah keberhasilan menciptakan ruang tumbuh bagi generasi penerus MTI. Melalui dukungan organisasi, sejumlah anggota muda MTI mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan studi di luar negeri, berpartisipasi dalam forum internasional, dan mulai dikenal sebagai pemikir transportasi yang diakui secara akademik dan profesional.
Hal ini membuktikan bahwa MTI bukan hanya wadah gagasan yang terus bertumbuh dan inspiratif, tetapi juga wahana pembentukan kapasitas anggota dan kepemimpinan baru. Pembagian peran antara pusat dan wilayah diupayakan untuk lebih terstruktur melalui perapihan administrasi iuran dan kegiatan bersama pusat dan wilayah.
Wilayah didorong penuh untuk berinisiatif, berinovasi, dan berkontribusi dalam isu-isu lokal. Hasilnya terlihat jelas dari kegiatan MTI wilayah di berbagai daerah yang memperkuat posisi organisasi di tingkat daerah dan pusat serta berkontribusi nyata terhadap kebijakan transportasi berkelanjutan, seperti inisiatif pembahasan tarif penyeberangan lintas negara di Kepulauan Riau, keselamatan jalan di Sulawesi Selatan, keberlanjutan angkutan perkotaan di Bali, kebijakan daerah untuk mandat alokasi APBD bagi penyelenggaraan angkutan umum di Riau, dan seminar mobilitas perkotaan yang menghasilkan usulan penyusunan Masterplan Pedestrian di Yogyakarta, dan masih banyak lagi yang dapat dilihat selengkapnya dalam terbitan-terbitan Akses Nusantara selama 3 tahun ini. Kegiatan bersama pusat dan daerah serta upaya publikasi rutin pusat untuk MTI wilayah memperkuat corak desentralisasi yang makin terstruktur, memperluas jejaring nasional yang saling mengisi dengan peran yang saling komplementer.
Keteguhan dalam Advokasi Kebijakan Publik
Selama tiga tahun terakhir, fokus advokasi MTI diarahkan pada isu strategis transportasi nasional, yaitu keselamatan angkutan barang melalui pengendalian over dimension over loading (ODOL), dan pembangunan angkutan umum massal yang berkelanjutan.
Konsistensi sinergi MTI pusat dan wilayah dalam menyuarakan solusi permanen untuk ODOL membuahkan hasil positif. Melalui serangkaian kegiatan forum forum kebijakan MTI dan konferensi pers MTI berhasil mendorong keterlibatan langsung Presiden terpilih (melalui KSP) yang meminta dua kementerian koordinator untjk mengawal penanganan isu tersebut, berujung pada penyusunan rencana aksi nasional penanganan ODOL dan dimulainya proses Rancangan Perpres Penguatan Sistem Logistik Nasional.
Dalam sektor angkutan umum, MTI berperan aktif dalam mendorong integrasi perencanaan, skema pendanaan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan dan manajemen kinerja penyelenggaraan ankutan umum. Melalui sembilan Forum Kebijakan MTI, organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam isu-isu besar seperti digitalisasi transportasi, pembiayaan inovatif, transisi energi, dan lingkungan berkelanjutan.
Penghargaan dari Kementerian Perhubungan tahun 2024 menjadi pengakuan atas perjalanan panjang perbaikan tata kelola dan kontribusi substantif MTI, sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas peran di masa mendatang. Penghargaan yang diberikan kepada senior, penulis, dan pengurus MTI aktif adalah bukti keberlanjutan peran dan marwah MTI sebagai organisasi mitra pemerintah.

Negosiasi Budaya dan Kerjasama Lintas Generasi
Masa bakti 2022–2025 sering digambarkan sebagai “jembatan lintas generasi” dan memang demikian adanya. Di balik istilah itu terdapat proses yang penuh dinamika antara tradisi dan inovasi, antara idealisme transportasi berkelanjutan dan realitas kebijakan, antara pengalaman panjang dan semangat merespons tantangan baru.
Para senior, dengan kearifan dan jejaringnya, menjadi penopang kredibilitas organisasi di mata pemerintah dan mitra baik nasional maupun internasional. Di sisi lain, generasi muda menghadirkan perspektif baru dengan pendekatan digital, kampanye publik, dan strategi komunikasi yang lebih adaptif. Interaksi antara dua kutub ini bukan tanpa tantangan. Namun, keberhasilan MTI justru terletak pada kemampuannya mengelola harmoni di antara keduanya dan kedewasaan semua pihak dalam berorganisasi.
Kami menyadari banyak kekurangan di sana sini, tetapi keyakinan bahwa semua pendapat ditujukan untuk kemajuan bersama merupakan dasar bagi semua langkah yang diambil oleh pengurus pusat. Proses penyusunan rekomendasi kebijakan seperti penanganan masalah ODOL dikerjakan lintas generasi, di mana para MTI senior memberikan arahan substansi dan dorongan kebijakan melalui kegiatan media, kemudian para MTI muda memperkuat komunikasi publik dan mengawal proses advokasi hingga ke ruang-ruang pengambil kebijakan baik di eksekutif maupun legislatif. Ini adalah contoh konkret dari harmoni sinergi lintas generasi yang menjadi kekuatan MTI hari ini.
Menjaga Independensi dan Diplomasi Keilmuan
Posisi MTI sebagai mitra strategis pemerintah menuntut keseimbangan antara peran kritis dan peran kolaboratif. MTI harus mampu menyuarakan pandangan independen berdasarkan kajian akademis tanpa kehilangan ruang dialog dengan para pengambil kebijakan.
Seni diplomasi keilmuan ini terlihat dalam berbagai policy brief dan kajian strategis MTI, seperti analisis mendalam mengenai Renstra Kementerian, pembahasan program unggulan Kementerian, dan urgensi Perpres AUmP, yang menunjukkan keberanian akademik namun tetap menjaga etika komunikasi dalam dialog kebijakan. Pendekatan ini membuktikan bahwa MTI tidak sekadar menjadi pengkritik, tetapi juga mitra konstruktif yang menjaga keilmuan tetap berperan dalam perumusan kebijakan publik.
Dalam kerja sama dengan awak media, MTI selalu berusaha memberikan penjelasan seutuhnya tentang duduk perkara masalah transportasi yang menjadi perhatian atau keluhan publik. Ini adalah kelanjutan tradisi yang diwariskan oleh para senior MTI yang berhasil menempatkan MTI sebagai organisasi narasumber tepercaya.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme.
Dengan segala capaian dan pembelajaran selama tiga tahun terakhir, MTI kini memiliki fondasi organisasi yang semakin kuat, seperti Akta Pendirian, MOU yang produktif, sistem keuangan yang tertib, dan jaringan sinergi yang semakin luas.
Saya secara pribadi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak — para pengurus pusat dan wilayah, mitra pemerintah, lembaga akademik, dan komunitas transportasi — yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Ucapan terima kasih juga khusus saya berikan kepada Saudara Haris Muhammadun selaku Sekretaris Jenderal MTI yang telah mendampingi saya merapikan administrasi organisasi, Saudara Dina Hakiki selaku Bendahara Umum MTI yang telah membantu pembangunan tertib dan akuntabilitas keuangan serta kegiatan fundraising, Prof. Danang selaku Ketua Dewan Penasihat yang memberikan arahan dan bimbingan dalam dialog lintas generasi, dan Prof. ATM selaku Ketua Majelis Profesi dan Etik yang mendampingi perjalanan kepengurusan kami.
Terima kasih pula kepada para pimpinan pemerintahan beserta seluruh jajarannya dan mitra strategi yang secara silih berganti tetap menjalin komunikasi dan memberikan dukungan kepada MTI.
Kami menyadari bahwa masih banyak ruang perbaikan dan ketidakpuasan terhadap apa yang dilakukan selama 3 tahun ini. Namun, justru dari sanalah terbuka peluang perbaikan dan tumbuh harapan untuk masa depan MTI yang lebih solid, lebih inklusif, dan lebih berperan dalam membangun peradaban transportasi Indonesia yang efisien, aman, berkeadilan, dan berkelanjutan. Mari lanjutkan estafet kepemimpinan organisasi dengan semangat sinergi lintas generasi, agar MTI terus menjadi wadah pengembangan dan pengamalan ilmu, perluasan jejaring profesi, dan kemitraan strategis yang memberikan nilai nyata bagi bangsa.
Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin. Salam regenerasi dan salam sinergi mewarnai kemajuan transportasi Indonesia.
Tory Damantoro
Ketua Umum MTI Masa Bakti 2022–2025



